• PBS
  • BHM
13 April 2019
Paku Paku Prematur

6 hari countdown menunjukan angka tersebut menuju 17 April 2019. Dimana pada hari dan tanggal tersebut telah kita ketahui sebagai hari besar demokrasi republik ini. Kalender nasional turut serta menjadi warna merah pada tanggal itu, sebab tanggal itu adalah tanggal yang akan dicatat sebagai sejarah pertama kalinya Indonesia melakukan Pemilu secara serentak dalam memilih Anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD RI, DPR RI dan Pilpres. Tentu banyak terkuras tenaga dan pikiran untuk menyelenggarakan hajat akbar tersebut. Namun, banyak pula kontroversi terjadi didalamnya.

Pada kesempatan ini, admin akan mengupas salah satu kontroversi tersebut yang tentunya menjadi viral di dunia maya sampai dunia nyata.

Kecurangan, masih saja terjadi dalam hajat demokrasi di Indonesia. Kejadian hangat adalah kecurangan yang terjadi di Malaysia yang kaitannya dengan pemilu 2019. Ini menandakan ketidakdewasaan para politikus dalam menghadapi demokrasi yang sejak dari awal berdirinya republik ini menganut demokrasi kerakyatan dan sejak 2004 lalu segala jenis pemilu dilaksanakan secara terbuka dan dipilih oleh rakyat. Sudah barang tentu tagline LUBERJURDIL dalam konteks pemilu sudah khatam dalam menguraikan singkatan tersebut. Langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil harus ada didalam setiap pemilihan umum. Bagaimana kita bisa adil jika pemain politik sebagian melakukan kecurangan. Bagaimana kita bisa jujur jika sebagian pemain politik selalu berbohong dalam setiap janji politiknya. Bagaimana kita bisa bebas jika sebagian dari kita yang berbeda pilihan menjadi korban "pemaksaan" kriminalisasi. Bagaimana kita bisa memilih secara langsung jika sebagian surat suara sudah "tercoblos" pada calon tertentu.

Indonesia benar-benar SOS dalam keberlangsungan pemilu tahun ini. Kecurangan demi kecurangan telah dan bahkan direncanakan oleh oknum pemain politik yang bernafsu terpilih sebagai jawara pemilu 2019. Kecurangan sudah pasti dilakukan oleh SATU OKNUM saja, melainkan sudah terorganisir demi mengejar ambisi menjadi "jawara". Padahal, RAHASIA tertera jelas pada tagline Pemilu setiap diadakan. Tapi mengapa masih ada saja paku-paku yang tidak tahan menancapkan ketajamannya diatas surat suara demi menangkan salah satu calon dalam kontestasi pemilu 2019.

Tentu paku tidak akan bisa mencobloskan diri ke kertas suara, namun itu lah yang terjadi. Paku itu terlahir secara prematur untuk dijadikan alat kecurangan. Siapa pelakunya? Tentu pula bukan paku, melainkan oknum yang menginginkan sebuah kemenangan dengan berbagai cara walaupun oknum itu tahu bahwa hal itu bertentangan dengan hukum yang ada. Nasi sudah menjadi bubur, hal ini sudah terjadi di salah satu gudang penyimpanan logistik pemilu di luar negeri dan hal ini menjadi kecurangan yang terjadi kesekian kalinya dengan beragam kecurangan lainnya.

Poin dari kasus ini adalah, dimana petugas para pengawas pemilu berada? Tentu menjadi pertanyaan besar namun admin tetap respect kepada para pengawas bukan melakukan tuduhan. Telah menjadi " public secret" setiap dimana ada logistik pemilu "menginap" disitu pula seharusnya ada penjaga yang siap siaga menjaga dan mengawasi tempat tersebut. Petugas pengawal surat suara adalah orang paling penting dalam menjaga originalitas surat suara sampa nanti saatnya tiba surat suara itu tiba di tangan rakyat yang berhak. Tentu campur tangan pihak lainpun tidak dilupakan, mengingat "hajatan" kali ini penuh dengan aroma yang kurang sedap.

Jangan sampai lagi ada paku-paku yang "lahir" prematur sehingga menyalahgunakan fungsi paku dalam pemilu yang LUBERJURDIL ini, apalagi kelak jangan pula sampai "dilahirkan" paku-paku secara secar guna kepentingan pemenangan oknum setelah timing coblosan berakhir sesuai waktu yang ditentukan oleh KPU. Admin pribadi masih yakin dari lubuk hati yang paling dalam, masih banyak orang-orang baik yang ingin menumpahkan sumbangsihnya demi pemilu yang REAL LUBERJURDIL rakyat yang menentukan, bukan kecurangan-kecurangan.

Biarkan saatnya rakyat yang bekerja memilih para calon wakilnya di parlemen. Biarkan pula rakyat yang mengangket siapa yang berhak menduduki tahta RI1 dan RI2 selama 5 tahun kedepan.

Akhirnya, sebuah himbauan dari admin untuk seluruh rakyat pecinta Ibu Pertiwi. Mari kita sukseskan pemilu tanpa ada konflik apapun. Sekalipun kita berbeda pilihan, kita tetap sama dilahirkan oleh pertiwi nan gagah perkasa. Merdeka.

 

Cikande, 11 April 2019. Diantara kekhawatiran anak bangsa.

 

0 Komentar

Kontak Kami

logo-m-chip.jpg
  • Telepon : +6285213099263
  • Email : sahabat@murodininfo.com
  • Alamat : Jl. Cikande Koper KM.2 No.19 Dahu Timur RT.005 RW.08 Parigi Cikande Serang Banten 42186

Pencarian

Berita Populer

Social Media

Statistik