• PBS
  • BHM
28 Juni 2019
Dear Diary... Aku Pergi Yah??

Dear diary....

Tahukan kalau saat ini aku sedang kenapa? Iya diary, saat ini aku sedang menghadapi hal yang tidak bisa aku hadapi sendiri. Sebab ketidakmampuan aku ini, banyak korban berjatuhan selepas berjuang mempertahankan hidup ku ini.

Sarah, Karmilah, Salamah, Adam. Mereka mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melihatku bahagia bisa bersanding dengan wanita pujaanku saat itu. Iya saat itu bukan saat ini, karena saat ini aku tak tau menganggap wanita pujaanku sebagai apa.

Janji-janji yang ku ucap tak mampu aku tunaikan sehingga hanya meninggalkan bekas sembilu yang terbuka lagi. Sakit pasti yang dia rasakan tak sesakit apa yang selama ini aku rasakan.

Diary, kita sudah kenal sejak lama. Pastilah kau tahu isi hatiku, pastilah kau tahu apa dalam benakku, dan pasti kau tahu apa harapku terhadap wanita pujaanku. Iya diary, harapku masih sama besarnya seperti pertama kali ku letakan harapan ini diatas namanya. Tapi diary, aku harus tahu diri. Jika memang aku benar mengjarapkan dia sebagai wanita pujaanku seutuhnya maka aku harus segera menikahinya diary.

Sementara kau pasti tahu keadaan ekonomi diriku diary. Segala pemasukan bahkan tabungan habis semata. Bahkan investasi yang katanya buat Pra-Nikahpun aku embat demi memanjakan sakit yang aku derit.  Aku bodohkah beralasan seperti ini diary? Jawablah dengan jujur diary ku...!!!

Terlintas dalam benak ini akan hutang-hutang yang menggunung hanya karena sakit ini. Keluarga yang "hilang" bahkan jabatan serta kolega pun perlahan menjauh karena beralasan super kasihan terhadap diri ini yang terlalu lemah.

Diary, aku pengen loh buktiin kepada semua orang yang sudah baik membantuku dalam perjalanan kesembuhanku ini. Aku pengen banget membuat mereka selalu tersenyum dengan kabarku walaupun kenyataan buruk pada kabarku, tapi aku pengen banget mereka tak mengetahui keterpurukan ku lagi.

Sudah cukup mereka meluangkan waktu, tenaga dan harta hanya untuk seorang yang tak berguna seperti aku ini diary. Sudah saatnya mereka tersenyum atas jerih payah pengorbanan mereka selama ini dalam usaha menyembuhkanku diary. Dan saatnya mereka harus cuek dengan keaadaanku karena aku tahu mereka inginkan aku baik-baik saja.

Diary, aku harus sembunyikan segala keluh kesahku meski dengan senyuman palsu. Meski aku berbohong, demi ketenangan merrka aku siap kok diary tuk memikulnya seorang diri dan aku siap juga dijauhi karena kebohonganku pasti mengakkibatkan segelintir orang akan menganggapku tak lagi membutuhkan mereka.

Tapi diary, semua ini aku lakukan hanya semata untuk tidak lagi menambah bebann hutang ku dan terutama membuat mereka yang sudah berjuang merasa senang bahwa aku sekarang sudah sehat dimata mereka.

 

0 Komentar

Kontak Kami

logo-m-chip.jpg
  • Telepon : +6285213099263
  • Email : admin@murodininfo.com
  • Alamat : Jl. Cikande Koper KM.2 No.19 Dahu Timur RT.005 RW.08 Parigi Cikande Serang Banten 42186

Pencarian

Berita Populer

Social Media

Statistik